![]() |
| Pedagang Sukses |
Cara Membuka Usaha Dagang Pemula Agar Sukses
![]() |
| Peluang Bisnis Agen Bantal Silikon |
![]() |
| Pedagang Sukses |
![]() |
| Peluang Bisnis Agen Bantal Silikon |

Tapi perlu diingat, semuanya butuh proses, butuh kesabaran untuk belajar setahap demi setahap. Ibaratnya, buah yang masak secara alami tentu beda rasa & ketahanannya dibandingkan dengan buah yang masak karena “dipaksa” (dikarbit). Kalau boleh saya mengatakan hutang itu seperti karbit. Buah kalau dikarbit memang cepet masak, tapi rasanya kurang manis dan cepat rusak (membusuk).
Bisnis juga begitu, kebanyaken dikarbit ya… biasanya kelihatan cepet berkembang pesat, tapi cepet pula nyungsrep (jatuh). Kok bisa? Ya jelas bisa, yang kelihatan mentereng kan cuma bangunannya, tapi fondasinya? Biasanya fondasinya rapuh, akibatnya kena angin lesus dikit aja sudah roboh, apalagi kena angin puting beliung, waahhh…silahkan dibayangkan sendiri…he..he..he…
Bagi pebisnis pemula yang sama sekali belum berpengalaman, kalau mengawali belajar bisnis dengan modal hutang apalagi dengan cara mengagunkan barang yang sangat berharga (sertifikat) rumah, bisa diibaratkan kita baru belajar mengendarai mobil tapi pake mobil pinjaman yang mewah (BMW atau Mercy). Kebayang nggak resikonya? Lecet sedikit saja pasti sangat mahal untuk ongkos perbaikannya. Belum kalau resiko yang fatal misalnya nubruk tembok, atau “mencium” mobil tetangga . Akan beda ceritanya kalau yang kita pinjam adalah mobil Carry, jauh lebih ringan beban kita.
Yang namanya bisnis, tidak berlaku hukum kepastian, yang ada hanya dua kemungkinan yakni UNTUNG atau RUGI. Semakin kita belum berpengalaman, maka resiko kerugian akan lebih besar. Jadi lebih baik, mulailah dari bisnis yang kecil-kecil dulu, kalau sudah bisa mengelola dengan baik dan profit (untung), silahkan meminjam dana dari pihak lain (bank). Itupun dimulai dari yang kecil dulu misalnya 10 jutaan, meningkat 30 juta, 50 jt, ratusan juta, dan seterusnya.
Kenapa? Karena mengelola hutang juga butuh ketrampilan, menyeimbangkan antara jumlah keuntungan dengan jumlah angsuran yang harus dibayarkan setiap bulan. Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang bendera, he..he..he.. Keuntungan bisnis merupakan sebuah variebel, artinya seringkali berubah, kadang untung kecil, kadang besar, bahkan di tengah-tengah perjalanan bisa saja secara tiba-tiba merugi.
Kerugian bisa karena faktor internal (misal salah mangemen), atau faktor eksternal (misal munculnya pesaing baru, bencana alam, atau krisis global, dll). Sementara besar angsuran adalah sebuah konstanta (angka tetap). Jadi kita mesti pandai-pandai mengelola hutang, biar tidak sampai menggangu perputaran bisnis.
Jangan Malu Memulai Dari Bawah
Banyak orang yang malu memulai bisnis dari bawah, takut dikatakan gak bonafid, atau gengsi. Maunya bisnis langsung gedhe, untung banyak, dan cepet melejit kayak meteor, he..he..he.. Padahal banyak tokoh bisnis bahkan konglomerat dulunya ketika memulai bisnis juga dari hal-hal yang sangat sederhana dan bermodal kecil.
Sebagai contoh, Bob Sadino mengawali bisnis hanya bermodal ratusan ribu rupiah dengan berjualan telur ayam. Tapi dengan ketekunan dan keuletannya secara perlahan tumbuh jadi besar .Alim Markus pemilik Maspion Group dulu awalnya juga hanya home industri. Kalau beliau-beliau saja tidak malu memulai dari yang kecil, mengapa kita mesti malu? Mestinya kita lebih malu kalau kita nggak ngapa-ngapain, jadi pengamat doang, takut memulai bisnis dengan alasan tidak punya modal.
Apa Nggak Boleh Memulai Bisnis Dengan Cara Berhutang?
Siapa bilang gak boleh? Silahkan tapi cari hutang yang paling aman dulu dan gak perlu terlalu besar. Misal mau jualan butuh modal 10 juta, ya…paling tidak jangan ngutang semua lah. Kita kumpulin dulu dari penghasilan kita dari gaji karyawan sampai 5jt, sementara kekurangan yang 5 jt bolehlah pinjam orang tua, mertua, saudara atau temen. Jangan takut apalagi sungkan, mereka semua adalah asset Anda, he..he..he..
Andaikata kita harus merugi (namanya saja baru belajar bisnis), ya gak papa… Anggap saja itu sekolah dengan investasi 10 jt, lumayan kan sudah dapat ilmunya. Masak sich rugi 10 juta (ngembalikan hutang 5 jt) bikin kita frustasi, mau gantung diri.. amit2 ya nggaklah, paling cuma stres sebentar.
Nanti kalau sudah hilang sedihnya…, ya sekolah lagi, memulai bisnis baru lagi. Modal dari mana? Gak perlu pusing, masih ada BPKB motor, kan bisa disekolahin (biar pinter), lumayan bisa dapat pinjaman modal 10jt. Kalau sebelumnya sudah berani ngutang 5 jt, sekarang bolehkan ditingkatkan pinjam 10 jt. Siapa tahu bisnis yang kedua ini sukses? Kalau ternyata rugi lagi gimana? Tenang saja, masih ada Paman, Pak Dhe, kan kemarin-kemarin belum kita mintai bantuan. Siapa tahu beliau sedang banyak rejeki, dan menunggu Anda untuk datang meminjamnya he..he..he…
Sampai akhirnya, kalau kita sudah terbiasa mengelola hutang dengan baik, bisnis tumbuh sehat, barulah meminjam dana yang lebih besar ke bank, tentunya dengan nilai agunan yang besar pula (mis rumah atau tanah). Kitapun sudah terlatih secara mental dalam mengelola resiko, mulai stress kecil-kecilan (nggak doyan makan 3 hari), sampai gak doyan makan 1 minggu, he..he..he..
Jadi menurut hemat saya, silahkan belajar berbisnis, silahkan berhutang, asal tetap terkendali. Jangan sampai Anda mengalami seperti nasib temen-temen (termasuk saya) yang belum-belum sudah mengalami problem hutang yang sangat pelik. Emang seberapa parah sich kasus hutang saya? Malu ahhh…, saya nggak mau cerita disini ya… tunggu di buku saya nanti “THE POWER OF BANGKRUT” akan saya beber semuanya secara blak-blakan, gak ada yang ditutupi. Sabar ya…. Terima kasih.
Mereka gak bisa tidur karena semangat memulai bisnis meluap-luap, tapi bingung harus memulai dari mana? Terutama yang sama sekali belum memiliki pengalaman berbisnis, kepanikan bertambah setelah tahu beberapa temannya sudah berani action, buka usaha.
Sebenarnya kebingungan itu lumrah, biasa terjadi saat kita memasuki dunia baru, lingkungan baru. Saya ambil contoh, dulu tiap kali saya mau pindah kos, rasanya perut mules, kepala pusing, karena harus masuk lingkungan baru. Harus beradaptasi dengan suasana baru, teman-teman baru yang semua masih terasa asing.
Begitu juga ketika kita pindah kantor/ tempat kerja, hari-hari pertama rasanya begitu menyiksa, karena kita belum mengenal siapun di situ. Rasanya kita seprti hidup di planet lain, setiap mata memandang terasa aneh, tatapan mata penuh selidik, curiga selalu menghampiri. Tapi masa-masa sulit itu hanya bersifat sementara, semua akan jadi biasa karena sudah terbiasa.
Dalam dunia bisnispun juga begitu. Karena kita terbiasa dengan pola pikir dunia kantor, dunia karyawan, kita tinggal mengerjakan, semua tergantung instruksi atasan. Sementara ketika memulai bisnis, tiba-tiba kita harus merencanakan sendiri, melakukan tugas sendiri, menanggung resiko sendiri, ya… semua memang harus kita sendiri yang melakukan. Kita harus memerintah, kalau perlu memaksa, memarahi diri sendiri agar cepat bertindak. Bukankah mengatur, mengalahkan diri sendiri lebih sulit dibanding mengalahkan orang lain? Tapi banyak enaknya lho…, gak ada lagi orang yang memarahi kita, tak ada lagi yang berani memerintah kita, dan semua hasilnya untuk kita sendiri, asyik kan…???
Terus gimana caranya agak bisa keluar dari situasi kebingungan? Caranya gampang, secepatnya kita mulai, action. Setelah menentukan jenis bisnis yang kita anggap pas (cocok), segera saja persiapkan apa yang mesti dikerjakan. Kalau menemui kendala, bisa tanya saudara, temen, tetangga atau mentor bisnis Anda. Apalagi kalau Anda punya komunitas bisnis seprti di EU, temen banyak, mentor juga tidak sedikit, Anda tinggal bertanya saja, saya yakin akan banyak yang membantu. Yang terpenting Anda melakukan sambil bertanya, bukan bertanya melulu tapi gak melakukan apa-apa, malah makin bingung jadinya.
Bagaimana kalau masih bingung dengan berbagai pilihan bidang bisnis, semua peluang kayaknya kelihatan bagus, mana yang harus dipilih. Situasi ini saya ibaratkan Anda sedang berada di terminal bus, mau pergi mencari pacar yang hilang (minggat), tapi feeling Anda sudah ada, kalau nggak di rumah neneknya di Malang, mungkin di rumah pamannya di Solo, atau mungkin juga di rumah pak Dhe- nya di Jember. Daripada pusing-pusing gak berangkat, pilih aja salah satu, ke Jember dulu, kalau gak ketemu baru ke Malang, belum ketemu juga yak ke Solo, beres kan? Ternyata sederhana ya…he…he…he..
Bisnis itu sebenarnya juga sangat sederhana, yang bikin ruwet pikiran kita sendiri. Yang penting melakukan aja, pilih salah satu bisnis yang dianggap cocok, jalani, tekuni ...., kalau ternyata gak cocok ya coba lagi jenis bisnis yang lain. Begitu seterusnys sampai ketemu yang bener-bener cocok yang bisa mengantarkan Anda jadi orang sukses.
Yang sering terjadi kita lebih banyak mikir daripada melakukan, padahal harusnya lebih banyak melakukan daripada mikir. Jadi kesimpulannya, secepatnya Anda memulai, selanjutnya bertindak sambil mikir. Jangan menunggu semua serba sempurna, Anda baru mulai. Ingat, tidak ada kesempurnaan di langkah awal, yang ada terus berbenah, sambil menuju kesempurnaan.
Salam sukses & tetap semangat!!!

Tanya:
"Sekarang saya seorang pagawai swasta, saat ini saya tertarik untuk berwirausaha. Kalau boleh... saya mohon bimbingan pak, apa bisa wirausaha sambil tetep bekerja sebagai karyawan di perusahaan??? Karena jika saya total di wirausaha, ada perasaan takut seandainya usaha yang saya jalankan tidak berjalan lancar."
Jawab:
"Menurut saya, yang paling penting adalah secepatnnya memulai bisnis. Untuk memulai sebuah bisnis yang dibutuhkan hanyalah KEBERANIAN, sedangkan faktor yang lain (modal, kecakapan, pengalaman, dll) itu akan mengikuti. Sebagai langkah awal sebaiknya bisnis kecil-kecilan dulu, nanti kalau sudah tumbuh besar baru memutuskan untuk full di bisnis (keluar dari status karyawan). Minimal penghasilan dari bisnis sudah cukup untuk bertahan hidup atau sudah lebih dari gaji sebagai karyawan, bolehlah untuk fokus di bisnis."
Tanya:
"Ada temen yang menyarankan, lebih baik saya langsung keluar dari pekerjaan, cepet memulai bisnis, dan cepet sukses, gimana Pak?"
Jawab:
"Gak salah juga bagi temen-temen yang punya nyali besar, silahkan langsung mengajukan PHK, langsung Action bisnis, tentu lebih power full. Jika nantinya ternyata merugi..??? Ya..gak masalah, bangkit dan memulai lagi, kan emang nyalinya kuat, he..he.."
Tanya:
"Kenapa setiap mau memulai bisnis rasanya kok berat banget ya Pak, sepertinya merasa belum siap, belum sempurna segalanya?"
Jawab:
"Banyak orang sulit memulai bisnis, karena yang dipikirkan terlalu muluk-muluk, sehingga banyak pertimbangan, banyak mikir. Karena kecapekan mikir (gak action-action), akhirnya banyak ide bisnis yang mestinya bagus berlalu (menguap) begitu saja. Lebih baik biar bisnis kecil yang penting jalan dulu, kalau masalah pengembangan itu gampang, yang penting tahu pola kerjanya & paham cara mengelolanya."
Tanya:
"Oww...ya makasih pak atas sarannya.... saya jadi semangat ini untuk memulainya. Terimakasih sebelumnya pak...."
Jawab:
"OK Pak, saya tunggu perkembangannya ya.... Ooo ya Pak, ada yg bilang dalam bisnis kita memakai prinsip APES (Action, Problem, Evaluasi, Solusi). Setelah kita Action (memulai), biasanya ada problem, setelah ada problem kita evaluasi kenapa bisa begini, kenapa pula bisa begitu, he...he... Nah dari situ akhirnya kita menemukan sebuah solusi. Terima kasih."
*** Tulisan ini dikutip dari http://www.LimMasterSeo.com


Apa yang dilakukan orang ketika ingin mengetahui informasi (produk tertentu, bisnis, jual beli, jasa, produsen dll)? Dulu orang sering mencari informasi di "Yellow Pages" (halaman kuning), sebuah buku direktori yang diterbitkan oleh TELKOM . Bagaimana dengan keadaan sekarang?
Hasil survey menunjukkan, saat ini cara orang berburu informasi sudah berubah. Orang lebih suka bertanya ke Mbah Google, tinggal klik...semua informasi sudah tersedia sangat lengkap, GPL (gak pake lama), GPM (gak pake mahal), dan GPR (gak pake ribet), he...he...he..
Dampaknya terhadap perilaku pelanggan/konsumen? Dampak perkembangan internet terhadap dunia marketing sudah sangat terasa. Saat ini customer/pelanggan begitu mudah "selingkuh", berpindah dari toko satu ke toko yg lain. Untuk mencari toko juga tidak sulit, dengan adanya toko online, pembeli tinggal browsing sebentar, gak repot harus keluar rumah, semua info toko lengkap dengan info pruduknya sudah di depan mata. Kalau kita tidak ...pintar menyikapi, bikin kita bete & frustasi.
Kita harus punya prinsip "hilang 1 tumbuh 1000", tentunya tanpa mengabaikan hubungan baik dengan pelanggan. Tapi jangan sampai kita meratap, menangis tersedu-sedu...he..he.., seandainya kita ditinggalkan pelanggan.
Intinya, kita harus gencar berpromosi lewat media apa saja, tapi harus tetap diperhitungkan segi efektif & efisian. Berpromosilah secara kontinyu; tiap bulan, hari, jam, bahkan tiap detik....!!!! Insya Alloh akan selalu ada pelanggan baru yang datang. Selamat berpromosi..... SUKSES BUAT ANDA!!!

Untuk sampai ke puncak kesuksesan, orang harus melewati jalan panjang, perjuangan bisnis yang dimulai dari titik paling bawah. Namun dengan segala ketekunan, keuletan, dan impian yang besar , mereka naik setahap demi setahap. Sampai akhirnya benar- benar kokoh, kuat berdiri tegak sebagai pengusaha sukses. Rata-rata para pebisnis besar benar-benar memulai dari bawah, dari bisnis kecil-kecilan yang pada awalnya mungkin diremehkan banyak orang.
Sebagai contoh Bob Sadino, pengusaha nasional supermarket Kem Chicks & Kem Food ini memulai bisnis dengan berjualan telur ayam, bermodalkan ratusan ribu rupiah saja. Contoh lain Hendy Setiono, sebagai owner Kebab Turki Baba Rafi ini memulai bisnis hanya berawal dari sebuah rombong, modal sendiri tanpa bantuan orang tua. Beliau juga pernah harus menjaga rombong berjualan sendiri karena belum memiliki karyawan yang loyal. Tapi sekarang Kebab Turki Baba Rafi telah berkembang begitu pesat, dengan di-francishe-kan kini outletnya telah beranak pinak sampai ratusan, bahkan ribuan.
Purdi E Chandra adalah contoh kesuksesan lain yang berangkat dari bawah. Memulai bisnis bimbingan belajar hanya bermodal ruangan sangat sederhana, modal dengkul & nekad, tapi dengan cara “GILA” ala otak kanannya, kini telah benjadi bisnis bimbingan belajar paling besar di negeri ini. Dengan jumlah cabang mencapai hampir seribu, Primagama telah menjadi raksasa bisnis bimbingan belajar yang sulit ditandingi.
Dari beberapa contoh di atas, apalagi yang ditakutkan untuk memulai bisnis? Selagi kita punya keinginan yang kuat dan keberanian untuk memulai, punya impian besar, berarti kita sudah maju satu langkah menuju kesuksesan.
Saya masih ingat ketika belajar bisnis 20 tahun yang lalu. Waktu itu saya lulusan sarjana, hidup dirantau tapi belum dapat pekerjaan. Saya juga tidak memiliki modal banyak. Yang saya punya waktu itu cuma motor butut Yamaha keluaran thn 70 an. Saya dipaksa berbisnis oleh mentor saya yang tidak lain kakak saya sendiri. Kakak saya yang cuma lulusan SD tapi punya impian besar jadi pengusaha, mengatakan begini,
“Kalau kamu tidak pingin mati kelaparan di kota ini (Surabaya red), kamu harus jualan saat ini juga. Yang kita pikirkan hari ini hanyalah untuk bertahan hidup, bisa makan…titik!!” Saya cuma cengar-cengir mendengarnya, mentor saya berceramah lagi.
“Lupakan dulu ijasah sarjanamu, simpan di laci, besok kita jualan, jualan apa saja, yang penting dapat uang halal & bisa makan.”
“Tapi saya kan cuma bisa jadi guru (lulusan IKIP red), gak bakat jualan?”
“Sudahlah, bakat itu tidak penting, kita baru tahu bakat atau tidak setelah dicoba. Dan yang lebih penting kamu harus bisa hidup tanpa menjadi beban orang lain.”
Wuuiihhh…, telinga saya panas rasanya mendengarkan ceramah sang mentor. Kakak saya kalau ngomong emang cespleng, to the point, sering kali pedas, langsung menusuk sampai tulang sumsum…he..he…he… Tapi saya pikir-pikir ada benarnya juga. Akhirnya dengan terpaksa, besoknya saya dianter ke pegadaian, ya..ngapain lagi kalau bukan untuk menyekolahkan BPKB motot bututku itu. Dapet uang berapa coba? Yang jelas sangat..sangat sedikit..125.000..!!! Busyet…ini uang apa udang, he..he..he..
“Buat kulakan apa ya duwit segini..?’’ tanya saya. Saya & kakak saya berpikir keras, sampai akhirnya ketemu ide…jualan bollpoint…!!!
“Bolpoint itu untungnya lumayan lho… Kulakan 1.000 bisa dijual 2.000, paling apes 1.500. Caranya kita kulakan bolpoint yang model & merknya gak umum di pasaran. Jadi orang gak bakalan tahu kalau ini bolpoint sebenarnya murah, kan modelnya bagus.” Kata kakak saya.
“Tapi saya malu mas untuk memulai, kan baru pertama jadi pedagang kaki lima,” jawabku.
“OK, untuk hari pertama saya temani, tapi besoknya kamu harus berani jualan sendiri. Percayalah, begitu barangmu laku, dapat duit, dapat untung banyak, rasa malu, minder pasti hilang dengan sendirinya,” jawab kakakku meyakinkan.
Dan bener juga, besoknya saya mulai jualan, dan Alhamdulillah dapat untung banyak. Hari- hari selanjutnya saya lebih rajin, dan lebih ngotot jualan daripada kakak saya. Dan beberapa bulan berikutnya saya menemukan model bisnis serupa tapi sedikit modifikasi, dan hasilnya sangat luar biasa. Mulai saat itu bisnis saya mulai tumbuh, dan saya mulai yakin bahwa saya merasa berbakat jadi pedagang. Pedagang yang benar-benar bonek (bondo nekat) dan modal dengkul.
Mental ini terbawa sampai sekarang, ketika bisnis saya berkali-kali jatuh sampai titik nol, bahkan yang terakhir sampai di bawah titik nol. Tapi urat takut saya rasanya sudah putus, paling tidak kebal dengan segala keadaan. Saya merasa yakin, tanpa modal uangpun masih bisa berbisnis, yang penting kita masih punya kredibilitas yang baik, Insya Alloh saudara, teman terdekat masih sanggup menjadi dewa penolong di saat kita membutuhkan. Jadi ..beranilah memulai, salam sukses..!!!
* Seluruh materi artikel ini dikutip dari http://www.LimMasterSeo.com