Tampilkan postingan dengan label Artikel Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Maret 2020

3 Cara Sukses Usaha Dagang Untuk Pemula


Pedagang Sukses
Agar bisa berhasil dalam menjalankan usaha, banyak cara untuk menempuhnya. Tidak terkecuali dengan bisnis dagang. 

Cara sukses berdagang untuk pemula bisa dimulai dengan menerapkan prinsip strategi promosi selama hidup yaitu dengan memberikan layanan yang baik kepada konsemen, seperti kita tahu bahwa layanan yang bagus dan baik membuat konsumen dapat kembali lagi kepada anda. 

menurut saya apapun poduknya bila management dan juga pengelolaanya bagus dan baik maka produk tersebut akan laris manis. jadi untuk membuat management yang bagus perlu tips dan trik seperti yang akan kita berikan di bawah ini.

Cara Membuka Usaha Dagang Pemula Agar Sukses 
1. Agar Sukses Berdagang - Mulai Dari Yang Dekat 
Untuk seorang pemula, menjadi seorang pengusaha dagang tidak semudah yang seperti kita kira. untuk itu untuk melatih bisnis perdagangan untuk pemula kita dapat mengawalinya dari yang dekat dekat. dalam persoalan ini kita dapat menarget orang terdekat seperti tetangga dan lingkunga sekitar untuk menajdi konsumen kita. 

2. Tips Berjualan Agar Berhasil - Beri Harga Yang Terjangkau 
Jika anda masih awal dalam memulai usaha dagang ini, janganlah menempatkan keuntungan di posisi yang pertama, berikan dulu layanan yang baik dan bagus dengan memberi harga yang murah. Buat reputasi dalam berdagang terlebih dahulu. 

Jika anda memulai usaha dagang dengan modal kecil maka anda harus bersabar untuk bisa mendapatkan hasil yang besar, karena harga yang anda jual kepada konsumen sangat terjangkau dan membuat keuntungan juga tipis. Jika di awal kita telah menetapkan harga yang standar dengan lainnya maka usaha kita tidak akan menarik dan tidak akan membuat orang ingin tahu dan ingin mencoba. Untuk menghindari hal itu maka kita harus bijak dan cermat dalam menentukan harga yang sesuai dan 

Peluang Bisnis Agen Bantal Silikon 


3. Jadikan Pembeli Sebagai Agen Promosi 
Prinsip dagang supaya sukses selanjutnya adalah memanfaatkan konsumen sebagai agen promosi. Caranya adalah dengan memberikan pelayanan ekstra yang akan membuat mereka jatuh hati serta mengingat produk yang kita jual. 

Cara lain yaitu kita mampu meberi bonus pada setiap konsumen yangg membawa teman untuk membeli produk kita, ya semacam affiliasi. dengan teknik menjadikan konsumen untuk alat promosi ini kami yakin produk yang anda jual akan terkenal dan imbasnya laris manis yang adan dapat 

Selain 3 cara berdagang agar ramai pembeli diatas masih banyak lagi teknik teknik yang dapat dan terapkan. tetapi menurut saya 3 cara diatas sudah cukup untuk menjalankan usaha dagang untuk pemula. Semoga artikel tentang Cara sukses usaha dagang untuk pemula bisa bermanfaat bagi anda. Terima kasih 

Senin, 05 Desember 2016

5 Tips Saat Mengawali Usaha On-line

Kiat Pemasaran Berhasil dengan Cara yang Lebih Gampang.
Dalam dunia usaha pastinya begitu dibutuhkan satu kiat dalam sistem produksi hingga sistem pemasaran, supaya usaha yang ditempuh bisa berkembang seperti yang dikehendaki. Diluar itu tehnik pemasaran bisa disebutkan sebagai kunci kesuksesan dari penjualan product. Dengan kiat itu, sistem marketing bisa dipertahankan, bahkan juga cara baru dalam pasarkan product dapat juga kita dapatkan serta bikin pelanggan makin setia.

Tips Saat Mengawali Usaha On-line
1. Konsentrasi
Di waktu mengawali usaha on-line, pusatkan ke satu bagian dahulu, supaya konsentrasi tak terpecah, serta upayakan tentukan usaha yang bisa selekasnya menghadirkan pendapatan (yang butuh dapur mengepul dahulu).

2. Tentukan Product
Walau berbau “online”, penentuan product tdk mesti yg berbentuk digital product seperti ebook, tools, software, dan lain-lain.. tetepi dapat pula yang berbentuk fisik, seperti jual makanan, jual baju, jual mainan, dll.

# Baca juga Bantal Silikon Paling Laris Model VINLON

Tips-nya yaitu, mencari product yang Anda mengerti. Janganlah sekali-kali jual barang yg tidak Anda kuasai sama beluknya. Lantaran Anda bakal perlu saat untuk pelajari product knowledge serta lain sebagainya.

3. Buat Lapak
Cepatlah buat lapak on-line untuk mengadakan dagangan kita. Resource nya dapat pakai situs gratis atau beberapa website marketplace yg tersedia banyak, beberapa sukur menginginkan menggunakan domain berbayar serta hosting sendiri.
Lapak on-line bisa dimisalkan kantor/toko kita didunia maya. Tak ada lapak = tak ada toko = tak ada tempat untuk berjualan.

4. Pemasaran
Pada bagian awal, selain konsentrasi ke jualan, janganlah lupa sisihkan biaya untuk pemasaran. Bisa gunakan optimasi SEO, atau iklan di social media seperti FB Ads. Dasarnya yaitu pakai internet sebagai tools atau fasilitas, untuk menebarkan info ke orang lain (promosi).

5. Bangun Aset
Lakukan mulai sejak awal mengawali usaha on-line, mindset kita yaitu bangun aset.. bangun aset.. serta bangun aset.. baik aset tangible maupun aset intangible.
# Baca juga Cara Mudah & Murah Memulai Bisnis

Rabu, 02 Oktober 2013

Berani Memulai Bisnis, Belajar Menanggung Resiko

Umumnya kalau orang ditanya apakah punya keinginan berbisnis, sebagian besar orang menjawab "ingin".

Tapi ketika ditanya mengapa kok belum memulai berbisnis, sebagian besar punya beberapa alasan, antara lain:

 1. Tidak mempunyai modal
 Orang sering beralasan tidak punya modal dalam memulai bisnis. Padahal modal untuk berbisnis tidaklah selalu besar. Untuk tahap baru belajar bisnis (pemula), modal 5-10jutaan sudah cukup. Itupun tidak harus uang kita sendiri, bisa pinjam orang tua, saudara, teman atau saudara. Bahkan dengan menjualkan barang orang lain kita bisa berbisnis tanpa modal uang, modal kepercayaan saja.

 2. Takut resiko
 Banyak orang gagal memulai bisnis karena alasan yang paling ditakutkan ini yaitu "resiko". Resiko orang bisnis paling banter ya merugi. Padahal dalam segala hal kita sudah terbiasa dengan resiko. Mau naik motor resiko kecelakaan, mau ujian resikonya tidak lulus, mau menikah resikonya bercerai, mau pacaran resikonya putus atau dikhianati, dll. Jadi kalau pingin gak ada resiko ya gak usah ngapa-ngapain alias diam saja, he..he..

 MINIMALKAN RESIKO
Untuk meminimalkan resiko sebaiknya kita belajar bisnis modal kecil dulu 2-5jutaan, kalau sampai merugi kan gak sakit banget, gak sampai membuat kita stres berat atau gila. Kalau sudah pinter mengelola yang kecil, nyali sudah terlatih baru meningkat ke resiko yang lebih besar. Sebagai contoh bisnis modal kecil yang hampir gak ada resiko misal jadi agen/reseller bantal guling silikon. Cukup modal 2-5jutaan Anda siap memulai belajar bisnis. Resikonya paling ada barang yang tersisa (tidak laku).

 Cara mengatasi resiko, bantal/guling silikon yang tidak laku dijual harga pokok (modal) ke teman/saudara dijamin mereka tidak keberatan, betul kan? Karena hampir setiap orang butuh yang namanya bantal/guling. Gampang kan, jadi gak perlu banyak mikir untuk memulai bisnis, makin banyak mikir makin banyak alasan untuk tidak memulai. Yang benar adalah sedikit mikir banyak ACTION, makin CEPAT ACTION makin CEPAT SUKSES.

Jumat, 31 Mei 2013

Belajar Bisnis Modal Kecil Jadi Agen Bantal Silikon

Bingung memulai bisnis? Jangan bingung sobat, yang penting berani memulai dulu. Tidak ada awal yang sempurna, semua dimulai dari yang sederhana dulu, belajar sambil melakukan, lama-lama jadi pinter juga kok. Nikmati prosesnya, belajar menikmati untung dan belajar menanggung kerugian jika memang harus terjadi.

Jangan takut resiko, karena semua yang kita lakukan didunia ini semua ada resiko. Kalau takut resiko ya jangan ngapa-ngapain, jadi pengamat saja. Resiko bukan untuk dihindari, tapi harus kita hadapi, belajar menajemen resiko, meski rugi biar gak fatal banget gitu.

Yang penting berani ACTION, jangan cuma mikir terus gak mulai-mulai. Kalau sudah memulai pasti kita dipaksa mikir, dipaksa belajar, lama-lama akan SUKSES. Salah satu bisnis dengn modal kecil adalah jadi agen/reseller bantal silikon. Untuk P. Jawa modal hanya 1,5 jutaan, karena min order hanya 50 pcs, boleh campur beberapa item. Untuk luar P. Jawa min order hanya 100 pcs ( sekitar 1 meter kubik), modal 3,5 jutaan. Semua produk dijamin gampang laku, jadi cepet balik modal dan cepet untung.

Untuk info harga grosir bantal silikon silahkan hubungi kami di:
- Tlp. 031-8918875 (jam kerja)
- Hp. 0852 3392 5564 / 0877 0282 1277 (SMS dan Call)
- Email: limcorporation2009@gmail.com

Jumat, 24 Mei 2013

Peluang Bisnis Jadi Agen Bantal Silikon

Peluang bisnis modal kecil terbuka buat Anda di seluruh kota wilayah Indonesia. Hanya dengan modal 2-5 jutaan siap berbisnis tanpa takut resiko. Daripada beli franchice bisnis kelas rombong modal 10 jutaan, lebih banyak hanya bagus di brandingnya tapi mlempem di lapangan, banyak yang tutup & rugi. Boro-boro untung, gak tekor saja sudah untung, he..he... Mending jadi agen bantal guling silikon, resiko paling buruk jika ternyata barang tidak laku dijual, silahkan dijual dengan harga pokok (asal gak rugi), jual  ke temen atau saudara pasti mau, gampang kan.

Untuk jadi agen/reseller bantal silikon caranya cukup mudah, bagi yang tinggal di P. Jawa cukup order min 50 pcs (bisa campur semua item), untuk luar P. Jawa min order 100 pcs, Anda akan mendapatkan HARGA GROSIR, siap dijual eceran dengan keuntungan antara 20-30%. Sebagai gambaran, bantal motif dengan harga grosir Rp 26.000,- dijual eceran Rp 40.000-50.000. Tawarkan ke temen terdekat, saudara terdekat, tetangga, teman kantor, karyawan pabrik, dll.

Berbagai produk bantal guling silikon dari kami:
- bantal guling standart / motif merk CHARLES
- bantal guling model tas merk BEATA
- bantal guling model tabung merk VINLON
- bantal guling cover putih merk VINLON
- bantal cinta + sarung luar
- bantal lantai
- bantal sofa ukuran 40x40cm (putih dan motif), 1 set isi 5 pcs
- bantal sofa ukuran 50x50cm putih, 1 set isi 5 pcs
- kasur lipat silikon
  ukuran 90x180cm dan 120x180cm

Untuk mengetahui gambar produk, gambar bantal guling silahkan klik  www.bantalsilikon.com/p/produk.html

Untuk informasi harga bantal guling, harga bantal silicon, dan harga bantal cinta silikon silahkan hubungi kami:
- Tlp. 031-8918875 (jam kerja)
- Hp. 0852 3392 5564 / 081 2325 84950 (SMS dan Call)
- Email: limcorporation2009@gmail.com



Rabu, 03 April 2013

Tips Cara Aman Bertransaksi di Dunia Online


Yuk belajar berbisnis online, belajar mencari uang di internet, yang aman dan tidak menjadi korban ditipu orang. Banyak orang ditipu di dunia online, tapi banyak juga orang yang sukses berbisnis di dunia online. Suka atau tidak bisnis online semakin menjadi kebutuhan di masa kini, dan makin meningkat di masa depan. Jadi belajarlah bisnis online mulai sekarang, belajar cara bertransaksi yang aman agar tidak menjadi korban kejahatan di dunia online.

Takut Ditipu Bisnis Online?
Banyak orang takut ditipu ketika melakukan transaksi via online atau transaksi di internet, terutama yang masih baru mengenal dunia online. Sebenarnya tidak perlu takut, dengan melakukan sedikit penyelidikan (meneliti, mengecek) Insya Alloh akan membantu Anda agar tidak tertipu.

Tips Cara Aman Bertransaksi Online
Berikut tips sederhana agar tidak ditipu penjual online:
1. Kunjungi Websitenya
Jangan membeli produk kalau hanya lewat iklan, kunjungi websitenya, kalau tidak memiliki website sebaiknya urungkan saja transaksinya. Dari website Anda dapat melihat kontak telepon, alamat, dan siapa penjualnya.
2. Lihat Akun Facebooknya
Penjual yang baik tidak segan-segan memperkenalkan siapa dirinya yang sebenarnya. Lihatlah akun FB nya, siapa saja temannya, siapa keluarganya, apa aktifitasnya, sedikit/banyak temannya? Kalau pebisnis online yang sudah lama biasanya temannya sudah lebih dari 1000, Anda bebas melihat siapa saja temannya, siapa keluarganya, apa aktifitasnya? Kalau Anda tidak bisa melihat semuanya dengan jelas (misterius) jangan lanjutkan bertransaksi.
3. Cek Alamat & Kontak Teleponnya
Penipu biasanya tidak mau mennjukkan nomor telepon rumah/kantornya, penipu hanya menujukkan nomor handphone, begitu sudah berhasil menipu, nomor akan dibuang begitu saja. Jadi coba dihubungi nomor telepon kantornya aktif atau tidak (pada jam & hari kerja). Kalau telepon kantor/rumah tidak aktif sebaiknya jangan melanjutkan transaksi.
4. Untuk Jenis transaksi tertentu bisa gunakan rekening bersama seperti INAPAY.


Itulah sedikit tips agar Anda aman bertransaksi di dunia online. Karena bagaimanapun dalam perkembangan ke depan semua transaksi bisnis akan dilakukan secara online, jadi Anda jangan menghindari, tapi belajar bertransaksi yang aman & lancar.

Kamis, 25 Agustus 2011

Temukan Cara Paling Dahsyat Menambah Teman di Facebook

Banyak Teman
Mungkin selama ini Anda banyak melakukan berbagai cara untuk menambah teman sebanyak mungkin & secepat mungkin di facebook, tapi hasilnya...lambat, jumlah temen ya segitu-gitu aja, bete dech... Mungkin kita jengkel & capek "mengajukan pertemanan" tapi sering dihadapkan pada kenyataan antara lain:

1. Muncul dialog "maaf orang ini sdh terlalu banyak permintaan"
2. "Apakah Anda mengenal orang ini"
3. "Maaf kalau Anda.....bla...bla... (peringatan)..."

Jangan frustasi ya..., kemarin-kemarin saya juga begitu, tapi setelah menemukan cara unik ini, saya jadi kebanjiran menerima pengajuan pertemanan. Trik ini baru saya dapat kira-kira 1 tahun yang lalu dari seorang facebooker. Trik nya sederhana tapi mengena dan gak repot lho...

Dulu memang cara ini pernah saya pake, tapi setelah teman saya lebih dari 1000 orang, saya tidak terlalu bernafsu lagi menambah teman, mulai selektif memilih teman, minimal jelas identitasnya (gak fiktif). Buat apa temen banyak tapi jarang komunikasi, pasif, gak ada saling memberi nilai positif, bikin penuh database saja, he..he.. Mulai sekarang saya mulai mendahulukan kualitas daripada kuantitas. Saya harap Andapun setuju dalam hal ini.

Tapi sebelumnya saya mau nanya nich..., boleh kan??? Lebih enak mana, "meminta" atau "dimintai" pertemanan? Anda lebih suka "diperhatikan", apa "memperhatikan" orang lain?
Pertanyaan terakhir, percaya nggak kalau Anda memberi 1 kebaikan, maka Anda akan memeperoleh mengembalian min 10x lebih banyak? Jawablah di dalam hati, saya yakin jawabannya hampir pasti sama. Prinsip kerja Trik ini juga gak jauh-jauh dari prinsip-prinsip itu.

Karena orang lebih suka diperhatikan dulu, maka berikan perhatian pada orang lain, pasti orang lain akan memberikan yang lebih buat Anda. Kalau Anda rela meng klik suka..., ujung-ujungnya dia akan mencari tahu siapa Anda, selanjutnya akan melamar/mengajukan pertemanan pada Anda. Wuihhh....seneng kan...??? Intinya, buatlah dia lebih nyaman, lebih senang dulu. Caranya, sering-seringlah meng klik tanda "suka" atau jempol pada orang yang menuliskan komentar di status orang lain.

Eeeittt....jangan terburu nafsu dulu ya..., tetep ada kontrol, lihat sekilas komentarnya. Setelah yakin koment nya "baik", barulah diklik "suka". Jangan sampai kepleset..., orang yang kasih koment sampah Anda klik suka, wahhh...bisa malu sendiri kan....

Tapi biar temen Anda gak itu-itu aja, carilah ladang lain di "hutan belantara" he...he..he.. Maksudnya di status orang yang buuanyak fans nya dan yang rajin meng up date statusnya. Yang saya sering lakukan, di statusnya Mario Teguh. Motivator kelas wahid ini punya fans puluhan ribu orang, dan tiap hari rata-rata meng up date statusnya 3-4x (biasanya jam 8 pagi, jam 12 siang, jam 4 sore, jam 8 malam), kalau nggak salah lho ya...

Mau tahu yang kasih komentar ada berapa banyak...??? Paling sedikit yang kasih komentar 1500 orang!!! Coba Anda klik "suka" pada semua yang kasih komentar itu, dijamin Anda kebanjiran permintaan pertemanan. Sederhana & tidak melelahkan bukan???

Dahulukan meng klik yang belum terlalu lama menulis komentar (1-30 menit yll), dijamin Anda kebanjiran respon saat itu juga. Kenapa bisa begitu? Yaaa...karena rata-rata mereka masih dalam posisi on line. Coba dalam sehari dapat 50 teman baru, berarti gak sampai 4 bulan daftar teman Anda sudah penuh, karena sudah mencapai 5000 orang!!! Menakjubkan bukan???

Untuk lebih mempercepat jumlah teman, carilah status tokoh-tokoh lain yang sekelas Mario Teguh (fansnya banyak & rutin menulis postingan). Nanti kalau ada kasih tahu temen-temen yang lain juga ya termasuk saya, he...he..he...

Selamat mencoba... Insya Alloh sukses. Terima kasih.

Minggu, 17 Juli 2011

Kapan Saat Yang Tepat Untuk Berhutang?


Tulisan ini saya buat karena banyak temen pebisnis pemula yang mengalami persoalan rumit akibat hutang yang belum semestinya. Mungkin saking bersemangatnya memulai bisnis, sampai aspek kehati-hatian diabaikan. Siapa sich yang tidak kepingin cepat sukses, pingin cepat tumbuh besar bisnisnya?

Tapi perlu diingat, semuanya butuh proses, butuh kesabaran untuk belajar setahap demi setahap. Ibaratnya, buah yang masak secara alami tentu beda rasa & ketahanannya dibandingkan dengan buah yang masak karena “dipaksa” (dikarbit). Kalau boleh saya mengatakan hutang itu seperti karbit. Buah kalau dikarbit memang cepet masak, tapi rasanya kurang manis dan cepat rusak (membusuk).

Bisnis juga begitu, kebanyaken dikarbit ya… biasanya kelihatan cepet berkembang pesat, tapi cepet pula nyungsrep (jatuh). Kok bisa? Ya jelas bisa, yang kelihatan mentereng kan cuma bangunannya, tapi fondasinya? Biasanya fondasinya rapuh, akibatnya kena angin lesus dikit aja sudah roboh, apalagi kena angin puting beliung, waahhh…silahkan dibayangkan sendiri…he..he..he…

Bagi pebisnis pemula yang sama sekali belum berpengalaman, kalau mengawali belajar bisnis dengan modal hutang apalagi dengan cara mengagunkan barang yang sangat berharga (sertifikat) rumah, bisa diibaratkan kita baru belajar mengendarai mobil tapi pake mobil pinjaman yang mewah (BMW atau Mercy). Kebayang nggak resikonya? Lecet sedikit saja pasti sangat mahal untuk ongkos perbaikannya. Belum kalau resiko yang fatal misalnya nubruk tembok, atau “mencium” mobil tetangga . Akan beda ceritanya kalau yang kita pinjam adalah mobil Carry, jauh lebih ringan beban kita.

Yang namanya bisnis, tidak berlaku hukum kepastian, yang ada hanya dua kemungkinan yakni UNTUNG atau RUGI. Semakin kita belum berpengalaman, maka resiko kerugian akan lebih besar. Jadi lebih baik, mulailah dari bisnis yang kecil-kecil dulu, kalau sudah bisa mengelola dengan baik dan profit (untung), silahkan meminjam dana dari pihak lain (bank). Itupun dimulai dari yang kecil dulu misalnya 10 jutaan, meningkat 30 juta, 50 jt, ratusan juta, dan seterusnya.

Kenapa? Karena mengelola hutang juga butuh ketrampilan, menyeimbangkan antara jumlah keuntungan dengan jumlah angsuran yang harus dibayarkan setiap bulan. Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang bendera, he..he..he.. Keuntungan bisnis merupakan sebuah variebel, artinya seringkali berubah, kadang untung kecil, kadang besar, bahkan di tengah-tengah perjalanan bisa saja secara tiba-tiba merugi.

Kerugian bisa karena faktor internal (misal salah mangemen), atau faktor eksternal (misal munculnya pesaing baru, bencana alam, atau krisis global, dll). Sementara besar angsuran adalah sebuah konstanta (angka tetap). Jadi kita mesti pandai-pandai mengelola hutang, biar tidak sampai menggangu perputaran bisnis.

Jangan Malu Memulai Dari Bawah

Banyak orang yang malu memulai bisnis dari bawah, takut dikatakan gak bonafid, atau gengsi. Maunya bisnis langsung gedhe, untung banyak, dan cepet melejit kayak meteor, he..he..he.. Padahal banyak tokoh bisnis bahkan konglomerat dulunya ketika memulai bisnis juga dari hal-hal yang sangat sederhana dan bermodal kecil.

Sebagai contoh, Bob Sadino mengawali bisnis hanya bermodal ratusan ribu rupiah dengan berjualan telur ayam. Tapi dengan ketekunan dan keuletannya secara perlahan tumbuh jadi besar .Alim Markus pemilik Maspion Group dulu awalnya juga hanya home industri. Kalau beliau-beliau saja tidak malu memulai dari yang kecil, mengapa kita mesti malu? Mestinya kita lebih malu kalau kita nggak ngapa-ngapain, jadi pengamat doang, takut memulai bisnis dengan alasan tidak punya modal.

Apa Nggak Boleh Memulai Bisnis Dengan Cara Berhutang?

Siapa bilang gak boleh? Silahkan tapi cari hutang yang paling aman dulu dan gak perlu terlalu besar. Misal mau jualan butuh modal 10 juta, ya…paling tidak jangan ngutang semua lah. Kita kumpulin dulu dari penghasilan kita dari gaji karyawan sampai 5jt, sementara kekurangan yang 5 jt bolehlah pinjam orang tua, mertua, saudara atau temen. Jangan takut apalagi sungkan, mereka semua adalah asset Anda, he..he..he..

Andaikata kita harus merugi (namanya saja baru belajar bisnis), ya gak papa… Anggap saja itu sekolah dengan investasi 10 jt, lumayan kan sudah dapat ilmunya. Masak sich rugi 10 juta (ngembalikan hutang 5 jt) bikin kita frustasi, mau gantung diri.. amit2 ya nggaklah, paling cuma stres sebentar.

Nanti kalau sudah hilang sedihnya…, ya sekolah lagi, memulai bisnis baru lagi. Modal dari mana? Gak perlu pusing, masih ada BPKB motor, kan bisa disekolahin (biar pinter), lumayan bisa dapat pinjaman modal 10jt. Kalau sebelumnya sudah berani ngutang 5 jt, sekarang bolehkan ditingkatkan pinjam 10 jt. Siapa tahu bisnis yang kedua ini sukses? Kalau ternyata rugi lagi gimana? Tenang saja, masih ada Paman, Pak Dhe, kan kemarin-kemarin belum kita mintai bantuan. Siapa tahu beliau sedang banyak rejeki, dan menunggu Anda untuk datang meminjamnya he..he..he…

Sampai akhirnya, kalau kita sudah terbiasa mengelola hutang dengan baik, bisnis tumbuh sehat, barulah meminjam dana yang lebih besar ke bank, tentunya dengan nilai agunan yang besar pula (mis rumah atau tanah). Kitapun sudah terlatih secara mental dalam mengelola resiko, mulai stress kecil-kecilan (nggak doyan makan 3 hari), sampai gak doyan makan 1 minggu, he..he..he..

Jadi menurut hemat saya, silahkan belajar berbisnis, silahkan berhutang, asal tetap terkendali. Jangan sampai Anda mengalami seperti nasib temen-temen (termasuk saya) yang belum-belum sudah mengalami problem hutang yang sangat pelik. Emang seberapa parah sich kasus hutang saya? Malu ahhh…, saya nggak mau cerita disini ya… tunggu di buku saya nanti “THE POWER OF BANGKRUT” akan saya beber semuanya secara blak-blakan, gak ada yang ditutupi. Sabar ya…. Terima kasih.


Catatan
: Tulisan ini dikutip dari http://www.LimMasterSeo.com

Rabu, 29 Juni 2011

Mengapa Mesti Bingung Memulai Bisnis?


Mengikuti mentoring di EU (entrepreneur university) banyak hal yang saya dapatkan, selain dapat meng up date terus info-info bisnis terkini, mengamati temen-temen adik kelas (kelas baru) ada beberapa catatan yang perlu saya bahas di sini. Umumnya setelah dapet materi 2-3x mereka merasa pusing, meriang, banyak yang gak bisa tidur lho? Emangnya kenapa?

Mereka gak bisa tidur karena semangat memulai bisnis meluap-luap, tapi bingung harus memulai dari mana? Terutama yang sama sekali belum memiliki pengalaman berbisnis, kepanikan bertambah setelah tahu beberapa temannya sudah berani action, buka usaha.


Sebenarnya kebingungan itu lumrah, biasa terjadi saat kita memasuki dunia baru, lingkungan baru. Saya ambil contoh, dulu tiap kali saya mau pindah kos, rasanya perut mules, kepala pusing, karena harus masuk lingkungan baru. Harus beradaptasi dengan suasana baru, teman-teman baru yang semua masih terasa asing.

Begitu juga ketika kita pindah kantor/ tempat kerja, hari-hari pertama rasanya begitu menyiksa, karena kita belum mengenal siapun di situ. Rasanya kita seprti hidup di planet lain, setiap mata memandang terasa aneh, tatapan mata penuh selidik, curiga selalu menghampiri. Tapi masa-masa sulit itu hanya bersifat sementara, semua akan jadi biasa karena sudah terbiasa.

Dalam dunia bisnispun juga begitu. Karena kita terbiasa dengan pola pikir dunia kantor, dunia karyawan, kita tinggal mengerjakan, semua tergantung instruksi atasan. Sementara ketika memulai bisnis, tiba-tiba kita harus merencanakan sendiri, melakukan tugas sendiri, menanggung resiko sendiri, ya… semua memang harus kita sendiri yang melakukan. Kita harus memerintah, kalau perlu memaksa, memarahi diri sendiri agar cepat bertindak. Bukankah mengatur, mengalahkan diri sendiri lebih sulit dibanding mengalahkan orang lain? Tapi banyak enaknya lho…, gak ada lagi orang yang memarahi kita, tak ada lagi yang berani memerintah kita, dan semua hasilnya untuk kita sendiri, asyik kan…???


Terus gimana caranya agak bisa keluar dari situasi kebingungan? Caranya gampang, secepatnya kita mulai, action. Setelah menentukan jenis bisnis yang kita anggap pas (cocok), segera saja persiapkan apa yang mesti dikerjakan. Kalau menemui kendala, bisa tanya saudara, temen, tetangga atau mentor bisnis Anda. Apalagi kalau Anda punya komunitas bisnis seprti di EU, temen banyak, mentor juga tidak sedikit, Anda tinggal bertanya saja, saya yakin akan banyak yang membantu. Yang terpenting Anda melakukan sambil bertanya, bukan bertanya melulu tapi gak melakukan apa-apa, malah makin bingung jadinya.

Bagaimana kalau masih bingung dengan berbagai pilihan bidang bisnis, semua peluang kayaknya kelihatan bagus, mana yang harus dipilih. Situasi ini saya ibaratkan Anda sedang berada di terminal bus, mau pergi mencari pacar yang hilang (minggat), tapi feeling Anda sudah ada, kalau nggak di rumah neneknya di Malang, mungkin di rumah pamannya di Solo, atau mungkin juga di rumah pak Dhe- nya di Jember. Daripada pusing-pusing gak berangkat, pilih aja salah satu, ke Jember dulu, kalau gak ketemu baru ke Malang, belum ketemu juga yak ke Solo, beres kan? Ternyata sederhana ya…he…he…he..

Bisnis itu sebenarnya juga sangat sederhana, yang bikin ruwet pikiran kita sendiri. Yang penting melakukan aja, pilih salah satu bisnis yang dianggap cocok, jalani, tekuni ...., kalau ternyata gak cocok ya coba lagi jenis bisnis yang lain. Begitu seterusnys sampai ketemu yang bener-bener cocok yang bisa mengantarkan Anda jadi orang sukses.

Yang sering terjadi kita lebih banyak mikir daripada melakukan, padahal harusnya lebih banyak melakukan daripada mikir. Jadi kesimpulannya, secepatnya Anda memulai, selanjutnya bertindak sambil mikir. Jangan menunggu semua serba sempurna, Anda baru mulai. Ingat, tidak ada kesempurnaan di langkah awal, yang ada terus berbenah, sambil menuju kesempurnaan.

Salam sukses & tetap semangat!!!

Minggu, 26 Juni 2011

Kapan Saat Yang Tepat Berhenti Jadi Karyawan?













Tulisan ini terinspirasi dari sharing dengan temen saya di Facebook. Biar lebih enak tulisan saya kemas dalam bentuk tanya jawab saja ya. Semoga ada manfaatnya.

Tanya:

"Sekarang saya seorang pagawai swasta, saat ini saya tertarik untuk berwirausaha. Kalau boleh... saya mohon bimbingan pak, apa bisa wirausaha sambil tetep bekerja sebagai karyawan di perusahaan??? Karena jika saya total di wirausaha, ada perasaan takut seandainya usaha yang saya jalankan tidak berjalan lancar."

Jawab:

"Menurut saya, yang paling penting adalah secepatnnya memulai bisnis. Untuk memulai sebuah bisnis yang dibutuhkan hanyalah KEBERANIAN, sedangkan faktor yang lain (modal, kecakapan, pengalaman, dll) itu akan mengikuti. Sebagai langkah awal sebaiknya bisnis kecil-kecilan dulu, nanti kalau sudah tumbuh besar baru memutuskan untuk full di bisnis (keluar dari status karyawan). Minimal penghasilan dari bisnis sudah cukup untuk bertahan hidup atau sudah lebih dari gaji sebagai karyawan, bolehlah untuk fokus di bisnis."

Tanya:

"Ada temen yang menyarankan, lebih baik saya langsung keluar dari pekerjaan, cepet memulai bisnis, dan cepet sukses, gimana Pak?"

Jawab:

"Gak salah juga bagi temen-temen yang punya nyali besar, silahkan langsung mengajukan PHK, langsung Action bisnis, tentu lebih power full. Jika nantinya ternyata merugi..??? Ya..gak masalah, bangkit dan memulai lagi, kan emang nyalinya kuat, he..he.."

Tanya:

"Kenapa setiap mau memulai bisnis rasanya kok berat banget ya Pak, sepertinya merasa belum siap, belum sempurna segalanya?"

Jawab:

"Banyak orang sulit memulai bisnis, karena yang dipikirkan terlalu muluk-muluk, sehingga banyak pertimbangan, banyak mikir. Karena kecapekan mikir (gak action-action), akhirnya banyak ide bisnis yang mestinya bagus berlalu (menguap) begitu saja. Lebih baik biar bisnis kecil yang penting jalan dulu, kalau masalah pengembangan itu gampang, yang penting tahu pola kerjanya & paham cara mengelolanya."

Tanya:

"Oww...ya makasih pak atas sarannya.... saya jadi semangat ini untuk memulainya. Terimakasih sebelumnya pak...."

Jawab:

"OK Pak, saya tunggu perkembangannya ya.... Ooo ya Pak, ada yg bilang dalam bisnis kita memakai prinsip APES (Action, Problem, Evaluasi, Solusi). Setelah kita Action (memulai), biasanya ada problem, setelah ada problem kita evaluasi kenapa bisa begini, kenapa pula bisa begitu, he...he... Nah dari situ akhirnya kita menemukan sebuah solusi. Terima kasih."

*** Tulisan ini dikutip dari http://www.LimMasterSeo.com



Bagaimana Cara Memulai Usaha/Bisnis?


Tulisan ini saya ambil dari jawaban atas pertanyaan sahabat saya di facebook. Pertanyaannya begini:

"aku ingin berbisnis kuliner mas, mohon masukan/saran apa yg mas bisa berikan kepada saya yg baru pertama kali masuki dunia bisnis. Mohon bantuannya."

Teman-tamanku, di sini saya hanya sharing, tidak bermaksud menggurui, apalagi sok tahu ya.... Kita sama-sama masih belajar kok, kalau ada yang dianggap baik silahkan diterapkan, kalau gak cocok ya... gak usah dipake, dilupakan saja ya...he...he..he..

Kembali ke net book!!!
Sahabatku yang baik hati..., bisnis apapun sebenarnya bagus, tapi yg lebih dipentingkan adalah kita senang, enjoy dengan bidang yang kita pilih. Kenapa begitu? Karena sesuatu yang disukai, biasanya energi kita terasa lebih, gak ada matinye, gak cepat capek dan tidak cepat bosan. Contohnya, pernah bilang capek nggak ketika diajak jalan-jalan, atau disuruh mengantar/menjemput pacar di kampus? Sekarang coba bandingkan, males nggak kalau disuruh nganter nenek ke pasar? he...he..he.. ketahuan ya..???

Dan juga, kalau bidang usaha itu kita sukai, biasanya kita lebih peka/sensitif terhadap selera pasar. Karena di lapangan nanti akan ketemu dengan berbagai kendala, kalau kita cepat jenuh...kan repot. Yg perlu diingat juga, jangan sampai kita menekuni sesuatu hanya karena ikut-ikutan (latah). Lihat tetangga jual bakso rame, kita jadi kepingin ikut. Padahal masak mie instan aja gak bisa...he..he..he...

Kalau Anda suka njajan (makan di luar), seneng mencoba aneka masakan, biasanya Anda cocok untuk menekuni usaha kuliner. Lidahnya kan sudah peka, tahu mana yang enak dan nggak, tahu apa yg dimaui oleh pelanggan, sehingga lebih akurat dalam setiap mengambil keputusan. Katanya kakek saya, Almrhm Mbah Marijan..he..he.., yang namanya hoki (keberuntungan) itu tidak jauh-jauh dari hobby (kesenangan).

Kalau Anda sudah mengambil keputusan bidang usaha apa yang akan dipilih, yang perlu diperhatikan adalah:

1. Lokasi, lokasi, dan lokasi
Sedemikian pentingnya lokasi, makanya saya tulis 3x...berarti sangat puuueeenntiiingg!!! Meski masakan kita enak sekali, tapi kalau salah pilih lokasi bisa tidak laris lho. Bener nggak? Sebaliknya, meski masakan kita gak istimewa banget, tapi lokasinya bagus...bisa jadi tambah rame.

Dalam memilih lokasi, sebaiknya disesuaikan dengan target pasar yg mau dibidik. Kalau produknya untuk kelas menengah, ya jangan dijual di kampung, begitu sebaliknya. Umumnya lokasi yang bagus untuk usaha biasanya di dekat (tidak jauh-jauh) dari perempatan jalan, tapi jangan pas di tikungan. Ini biasanya rame. Untuk kuliner sangat cocok. Kalaupun tidak dekat perempatan, misal di jalan raya, pilihlah di jalur-jalur yang lambat., jangan di jalur yang cepat.

2. Harga
Hati-hati dengan harga, terutama yang bermain di kelas bawah, selisih 1000 perak saja orang bisa lari. Kelas bawah sangat sensitif dengan harga. Sebaiknya kita perlu melakukan riset kecil- kecilan, amati di sekitar Anda, berapa umumnya orang menjual produk yang sejenis dengan yang Anda jual. Kalau Anda pemain baru, jangan coba-coba pasang harga yang lebih mahal, bisa fatal akibatnya. Apalagi standart produk kita biasa-biasa saja.

Contoh kasus:
Ada tetangga saya buka warung bakso, tp baru 3 bln tutup. Setelah saya amati, ternyata ada beberapa penyebab kegagalannya. Pertama, lokasinya tdk bagus, di tikungan jalan yg rame, tmpt parkir gak nyaman, dan termasuk jalur cepat. Orang mau nyebrang saja susahnya minta ampun, bahkan cukup berbahaya.

Penyebab kedua, harga yg dipatok kemahalen. Di kampung saya harga bakso rata-rata 5000/mangkok, tp dia jual 6000, gak wajar kan? Es teh umumnya orang jual 1000, paling mahal 1500, tapi dia jual 2000, gak normal kan? Gimana mau rame, harga saja gak ramah...bete dong yang beli.

3. Servis/Pelayanan
Di bidang apapun utamanya di bidang kuliner, servis harus cepat, ramah, dan memuaskan. Kalau ada pembeli yang datang, cepat dilayani, secepatnya minuman disajikan terlebih dahulu, tidak usah menunggu masakan siap. Karena orang yang datang, yang pertama diinginkan adalah minum, baru makan.

Semoga bisa memberi manfaat. Terima Kasih.

Selasa, 31 Mei 2011

Pengaruh Internet Terhadap Perilaku Pelanggan


Dunia mkn transparan/telanjang, terutama sejak hadirnya internet yg mkn lama mkn murah. Bgm dampaknya terhdp bisnis kita? Bgmn menyiasatinya?

Apa yang dilakukan orang ketika ingin mengetahui informasi (produk tertentu, bisnis, jual beli, jasa, produsen dll)? Dulu orang sering mencari informasi di "Yellow Pages" (halaman kuning), sebuah buku direktori yang diterbitkan oleh TELKOM . Bagaimana dengan keadaan sekarang?

Hasil survey menunjukkan, saat ini cara orang berburu informasi sudah berubah. Orang lebih suka bertanya ke Mbah Google, tinggal klik...semua informasi sudah tersedia sangat lengkap, GPL (gak pake lama), GPM (gak pake mahal), dan GPR (gak pake ribet), he...he...he..

Dampaknya terhadap perilaku pelanggan/konsumen? Dampak perkembangan internet terhadap dunia marketing sudah sangat terasa. Saat ini customer/pelanggan begitu mudah "selingkuh", berpindah dari toko satu ke toko yg lain. Untuk mencari toko juga tidak sulit, dengan adanya toko online, pembeli tinggal browsing sebentar, gak repot harus keluar rumah, semua info toko lengkap dengan info pruduknya sudah di depan mata. Kalau kita tidak ...pintar menyikapi, bikin kita bete & frustasi.

Sebenarnya kita harus lapang dada menerima apa yg terjadi. Sebagai penjual produk, sudah bukan saatnya lagi kita hanya duduk manis, berpangku tangan, menunggu orderan datang. Tapi kita mesti dituntut selalu berpikir & terus berpikir untuk mengantisipasi perubahan yg terjadi, dan mengikuti perubahan perilaku konsumen.


Kita harus punya prinsip "hilang 1 tumbuh 1000", tentunya tanpa mengabaikan hubungan baik dengan pelanggan. Tapi jangan sampai kita meratap, menangis tersedu-sedu...he..he.., seandainya kita ditinggalkan pelanggan.

Intinya, kita harus gencar berpromosi lewat media apa saja, tapi harus tetap diperhitungkan segi efektif & efisian. Berpromosilah secara kontinyu; tiap bulan, hari, jam, bahkan tiap detik....!!!! Insya Alloh akan selalu ada pelanggan baru yang datang. Selamat berpromosi..... SUKSES BUAT ANDA!!!

Selasa, 24 Mei 2011

Berani Memulai Dari Bawah

Orang sering melihat kesuksesan orang lain hanya dilihat saat teridah ketika menikmati kesuksesan. Padahal dibalik kesuksesan, orang telah mengalami serangkaian kegagalan, telah melewati perjuangan panjang, bermandi keringat & penuh kucuran air mata. Meraka bisa merasakan nikmatnya bahagia, penuh tawa ria setelah mengalami hari-hari penuh tangis derita.

Untuk sampai ke puncak kesuksesan, orang harus melewati jalan panjang, perjuangan bisnis yang dimulai dari titik paling bawah. Namun dengan segala ketekunan, keuletan, dan impian yang besar , mereka naik setahap demi setahap. Sampai akhirnya benar- benar kokoh, kuat berdiri tegak sebagai pengusaha sukses. Rata-rata para pebisnis besar benar-benar memulai dari bawah, dari bisnis kecil-kecilan yang pada awalnya mungkin diremehkan banyak orang.

Sebagai contoh Bob Sadino, pengusaha nasional supermarket Kem Chicks & Kem Food ini memulai bisnis dengan berjualan telur ayam, bermodalkan ratusan ribu rupiah saja. Contoh lain Hendy Setiono, sebagai owner Kebab Turki Baba Rafi ini memulai bisnis hanya berawal dari sebuah rombong, modal sendiri tanpa bantuan orang tua. Beliau juga pernah harus menjaga rombong berjualan sendiri karena belum memiliki karyawan yang loyal. Tapi sekarang Kebab Turki Baba Rafi telah berkembang begitu pesat, dengan di-francishe-kan kini outletnya telah beranak pinak sampai ratusan, bahkan ribuan.

Purdi E Chandra adalah contoh kesuksesan lain yang berangkat dari bawah. Memulai bisnis bimbingan belajar hanya bermodal ruangan sangat sederhana, modal dengkul & nekad, tapi dengan cara “GILA” ala otak kanannya, kini telah benjadi bisnis bimbingan belajar paling besar di negeri ini. Dengan jumlah cabang mencapai hampir seribu, Primagama telah menjadi raksasa bisnis bimbingan belajar yang sulit ditandingi.

Dari beberapa contoh di atas, apalagi yang ditakutkan untuk memulai bisnis? Selagi kita punya keinginan yang kuat dan keberanian untuk memulai, punya impian besar, berarti kita sudah maju satu langkah menuju kesuksesan.

Saya masih ingat ketika belajar bisnis 20 tahun yang lalu. Waktu itu saya lulusan sarjana, hidup dirantau tapi belum dapat pekerjaan. Saya juga tidak memiliki modal banyak. Yang saya punya waktu itu cuma motor butut Yamaha keluaran thn 70 an. Saya dipaksa berbisnis oleh mentor saya yang tidak lain kakak saya sendiri. Kakak saya yang cuma lulusan SD tapi punya impian besar jadi pengusaha, mengatakan begini,

“Kalau kamu tidak pingin mati kelaparan di kota ini (Surabaya red), kamu harus jualan saat ini juga. Yang kita pikirkan hari ini hanyalah untuk bertahan hidup, bisa makan…titik!!” Saya cuma cengar-cengir mendengarnya, mentor saya berceramah lagi.

“Lupakan dulu ijasah sarjanamu, simpan di laci, besok kita jualan, jualan apa saja, yang penting dapat uang halal & bisa makan.”

“Tapi saya kan cuma bisa jadi guru (lulusan IKIP red), gak bakat jualan?”

“Sudahlah, bakat itu tidak penting, kita baru tahu bakat atau tidak setelah dicoba. Dan yang lebih penting kamu harus bisa hidup tanpa menjadi beban orang lain.”

Wuuiihhh…, telinga saya panas rasanya mendengarkan ceramah sang mentor. Kakak saya kalau ngomong emang cespleng, to the point, sering kali pedas, langsung menusuk sampai tulang sumsum…he..he…he… Tapi saya pikir-pikir ada benarnya juga. Akhirnya dengan terpaksa, besoknya saya dianter ke pegadaian, ya..ngapain lagi kalau bukan untuk menyekolahkan BPKB motot bututku itu. Dapet uang berapa coba? Yang jelas sangat..sangat sedikit..125.000..!!! Busyet…ini uang apa udang, he..he..he..

“Buat kulakan apa ya duwit segini..?’’ tanya saya. Saya & kakak saya berpikir keras, sampai akhirnya ketemu ide…jualan bollpoint…!!!

“Bolpoint itu untungnya lumayan lho… Kulakan 1.000 bisa dijual 2.000, paling apes 1.500. Caranya kita kulakan bolpoint yang model & merknya gak umum di pasaran. Jadi orang gak bakalan tahu kalau ini bolpoint sebenarnya murah, kan modelnya bagus.” Kata kakak saya.

“Tapi saya malu mas untuk memulai, kan baru pertama jadi pedagang kaki lima,” jawabku.

“OK, untuk hari pertama saya temani, tapi besoknya kamu harus berani jualan sendiri. Percayalah, begitu barangmu laku, dapat duit, dapat untung banyak, rasa malu, minder pasti hilang dengan sendirinya,” jawab kakakku meyakinkan.

Dan bener juga, besoknya saya mulai jualan, dan Alhamdulillah dapat untung banyak. Hari- hari selanjutnya saya lebih rajin, dan lebih ngotot jualan daripada kakak saya. Dan beberapa bulan berikutnya saya menemukan model bisnis serupa tapi sedikit modifikasi, dan hasilnya sangat luar biasa. Mulai saat itu bisnis saya mulai tumbuh, dan saya mulai yakin bahwa saya merasa berbakat jadi pedagang. Pedagang yang benar-benar bonek (bondo nekat) dan modal dengkul.

Mental ini terbawa sampai sekarang, ketika bisnis saya berkali-kali jatuh sampai titik nol, bahkan yang terakhir sampai di bawah titik nol. Tapi urat takut saya rasanya sudah putus, paling tidak kebal dengan segala keadaan. Saya merasa yakin, tanpa modal uangpun masih bisa berbisnis, yang penting kita masih punya kredibilitas yang baik, Insya Alloh saudara, teman terdekat masih sanggup menjadi dewa penolong di saat kita membutuhkan. Jadi ..beranilah memulai, salam sukses..!!!

* Seluruh materi artikel ini dikutip dari http://www.LimMasterSeo.com